PHOTO

Emansipasi Pria dan atau Wanita

Emansipasi Pria Dan Atau Wanita
 
Ketika kita berbicara emansipasi, adalah bagaimana  masing-masing (laki-laki dan wanita) dapat mengeliminasi sifat egois yang ada. Kaum laki-laki tidak menonjolkan kejantanannya (egoisnya) sebagai laki-laki, dan perempuan tidak melemahkan dirinya sebagai wanita. Laki-laki dan Wanita memang tercipta berbeda secara anatomi tubuh, tetapi untuk hal-hal mengenai sifat dan sikap tidaklah berbeda. Pekerjaan, profesi, tanggung jawab bagi laki-laki dan perempuan secara manusia adalah sama, kenapa kita harus membedakannya?
 
Kenapa orang memandang aneh, jikalau seorang perempuan bekerja sebagai kondektur, supir, buruh bangunan, kuli angkat,  dan lain-lain, yang menurut pandangan umum pekerjaan itu hanya cocok untuk kaum laki-laki.
Kenapa orang memandang aneh jikalau seorang laki-laki melakukan pekerjaan memasak, mencuci, menyetrika, menggendong anak(bayi), menyapu, dan lain-lain, yang menurut pandangan umum pekerjaan itu hanya boleh di lakukan kaum perempuan.
Kenapa orang memandang aneh jikalau perempuan menggoda laki-laki sementara kalau laki-laki menggoda itu adalah biasa.
Kenapa orang memandang aneh jikalau seorang pemudi (perempuan) yang duluan mengungkapkan perasaan suka/cintanya pada pemuda (laki-laki).
Kenapa orang memandang aneh jikalau perempuan berpakaian bikini/seksi hingga di sebut porno, sementara laki-laki yang bertelanjang dada tidak disebut porno.
Kenapa orang memandang aneh jikalau ada perempuan yang menjadi pekerja seks komersil (psk), sementara laki-laki yang pergi ketempat pelacuran tidak di pandang aneh.
Kenapa orang memandang aneh jikalau perempuan (istri) yang bekerja menghidupi keluarga, sementara si laki-laki (suami) tidak bekerja.
Kenapa orang memandang aneh jikalau ada perempuan yang merokok, minum-minuman keras (mabok), sementara kalau laki-laki yang melakukannya tidak dipandang aneh.
Kenapa orang memandang aneh jikalau ada perempuan/istri selingkuh, sementara laki-laki yang melakukan selingkuh harus dianggap biasa.
Kenapa orang memandang aneh jikalau laki-laki menangis dianggap cengeng, sementara kalau perempuan menangis dianggap biasa.
Kenapa harus dipaksakan perempuan yang selau beremansipasi sementara laki-laki tidak beremansipasi
 
Itu adalah karena sifat ego yang di miliki, laki-laki dengan sifat ke”ego”annya harus selalu dipandang “lebih” dibanding perempuan, sementara si  perempuan dengan sifat ke”ego”annya harus selalu dipandang “lemah”, juga  pandangan/pendapat yang digeneralisasi : yang adatlah, agamalah, budayalah, kodratlah. Kenapa kita harus selalu terkungkung dengan argumen yang seperti ini!
 
Kaum perempuan, bangkitlah, jangan lemahkan dirimu dengan kewanitaanmu, yang kata orang banyak selalu mengedepankan perasaan dibanding logika, jangan biarkan itu tumbuh dan melilit dalam pikiranmu. Lepaskan ekspresimu, emosionalmu, kejiwaanmu, pikiranmu. Kodratmu hanyalah melahirkan dan menyusui.
Kaum laki-laki, terbukalah, lepaskanlah ego kejantananmu. Terimalah bahwa perempuan dan laki-laki adalah sama saja. Jangan kungkung pikiranmu bahwa perempuan adalah lemah. Jangan memandang perempuan sebagai kodrat.
 
Kita harus bisa open minded (terbuka). Mau melakukan dan mengerjakan apa, jangan pernah memandang karena laki-laki ataupun perempuan, tapi karena memang layak, mampu, bisa mengerjakannya.
 
“jangan berjalan di depanku, karena engkau bukan ratuku. jangan berjalan di belakangku, karena engkau bukan pengikutku. berjalanlah disampingku, karena engkau adalah patner/teman sejatiku”.
 
Selamat Hari Kartini!
 
Riko Himpal Panjaitan,
Jakarta
 

CME BTS Tower

 

Install Ladder & Bracket Mounting

 

 

Install CKD Shelter

 

 

Install & Wiring KWH Panel

 

 

 

Install Grounding

 

PT. MARESA ABADI 

BTS Tower CDMA & GSM, Install Grounding, Penerangan, AC, Panel, KWH, Change Over Switch, Erector, Jasa ME Lainnya…

02192034578

0817209320

081381635910

Email : riko_panja@yahoo.com

           riko@maresa.co.id

Kenapa Harus Menikah?

Opini Kenapa harus Menikah?
 
Pada saat aku menulis ini, aku berumur hampir 32 taon.  Dan  belum menikah. Kenapa belum? Dan Kenapa harus menikah?  Ini dia pertanyaan yang sampai  sekarang belum aku temukan jawabannya.
 
Karena dari logikaku berpikir, menikah tidaklah keharusan, tapi perasaanku menyatakan menikah adalah hal yang wajar. Ini tetap menjadi pertentangan dan perdebatan dan diriku. Dari beberapa gadis yang ku kenal dan juga ada yang ku pacari, pandangan mereka tentang menikah adalah perasaan harus menikah, tanpa memikirkan apa dan bagaimana menikah itu. Juga dari beberapa orang yang aku kenal dan juga kenal samaku, ternyata alasan mereka menikah adalah karena perasaan juga, sudah dipacari, sudah berumur, sudah ini, sudah itu jadi wajar untuk dinikahi!
 
Ketika beberapa alasan ku ungkapkan pada seorang gadis yang pernah jadi pacarku, karena tidak menikahinya dengan segara, dia malah berpaling dari aku, dan bilang samaku bahwa selama ini aku tidak mencintainya. Tapi ketika aku bilang, ini bukan masalah mencintai atau tidak, tapi masalah menikah atau tidak. Dia tidak bisa menerima alasanku.
 
Ketika orang mengatakan alasan menikah untuk bisa menyalurkan hasrat biologis, aku jawab: kan ada tempat pelacuran yang bisa melampiaskan hasrat seks, dan ketika dia bilang : kan berdosa! aku jawab : kita tidak membicarakan masalah dosa atau tidak.
 
Ketika orang mengatakan alasan menikah adalah ingin mempunyai keturunan, aku jawab : kalau hanya ingin punya anak, sewa aja satu orang wanita, buat dia sebagai pabrik anak, bila wanitanya gak mau, aku kira pasti ada psk/pelacur yang mau di sewa untuk melahirkan anak, yang penting kita biayai wanitanya.
 
Ketika orang mengatakan alasan menikah untuk teman berbagi ataupun untuk curhat, aku jawab : kan ada teman-teman kita yang lain, teman kerja, sekampung, tetangga, sekontrakan dan teman-teman yang lainnya. Tinggal bagaimana kita bisa mendapatkan teman yang bisa dibuat jadi teman.
 
Ketika orang mengatakan alasan menikah  adalah karena dianjurkan agama, lalu aku jawab: di agamaku (kristen) tidak diwajibkan(hanya dianjurkan) untuk menikah ( tidak menikah juga tidak apa-apa), dan dari beberapa orang yang beda agama samaku juga menyatakan di kitab suci mereka juga tidak diwajibkan(hanya dianjurkan) untuk menikah.
 
Ketika orang mengatakan alasan menikah adalah menyenangkan orang tua, aku jawab: tidak harus menikah bisa menyenangkan hati orang tua, masih banyak cara lain yang lebih, dari sekedar menikah.
 
Ketika orang mengatakan alasan menikah adalah untuk mewariskan harta benda yang dimiliki, aku jawab : masih banyak fakir miskin yang harus dibantu.
 
Ketika orang bilang samaku, kau banyak alasan, lalu aku jawab: itulah logika berpikirku tentang menikah!
Ketika orang bilang samaku jangan pakai logika, pakai perasaan, lalu aku jawab: aku ada, ketika aku berpikir, logika(pikiran) yang mengontrol perasaan, bukan perasaan yang mengontrol pikiran.
 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!